Selamat Datang ...

Cerita Gopek menyuguhkan fiksi mini (flash fiction) karya Mardiana Kappara yang mengandung tidak lebih dari 500 kata pada tiap cerita.


Sabtu, 30 September 2017

Dhamasraya

Pada zaman dahulu, anak gadis daerah Jambi dilarang turun dari rumah. Karenanya hampir tidak ada anak gadis di daerah Jambi tidak bisa menenun. Dhamasraya juga pandai menenun sebilah bahkan berbilah-bilah songket. Sangking rajinnya, tidak pernah gedogan[1] Dhamasraya terlihat berhenti bekerja barang sehari pun. Cantik-cantik desain songket yang mampu dihasilkan Dhamasraya hingga kemudian kemahsyuran desain kain songketnya terdengar hingga ke telinga Putri Pinang. Kemudian sang Putri menemui Dhamasraya dan memintanya untuk menenunkan sebilah kain songket yang rencananya akan dipakai menemui Pangeran digdaya dari negeri seberang, Putri Pinang berharap dengan mengenakan songket indah buatan Dhamasraya, Pangeran idaman hatinya tersebut akan jatuh hati padanya.
Dhamasraya bersedia membuatkan dengan syarat Putri Pinang harus memakai songket itu di kepalanya dan tidak berkata satu pun kebohongan ketika mengenakan kain buatannya tersebut, maka niscaya akan semakin terpancarlah aura kecantikan sang Putri dan tunduklah hati Pangeran padanya. Putri pun menyanggupi syarat tersebut.
Pada hari yang telah dijanjikan, Dhamasraya pun menyerahkan songket buatannya yang menyisipkan benang emas, perak, tembaga, dan benang warna di atas benang lungsin[2]. Dhamasraya membuat Motif Angso Duo yang melambangkan Jambi sebagai Tanah Pilih Pesako Betuah[3].
Dhamasraya sendiri yang membentuk tengkuluk[4] di atas kepala Putri Pinang dengan songket buatannya. Seketika, kecantikan Putri Pinang menjadi bertambah berkali-kali lipat.
Tetapi, janji tak dapat dipegang. Putri Pinang terlupa berkata jujur ketika Pangeran pujaan hatinya memuji keindahan motif songket tengkuluknya. Putri Pinang bermaksud membuat sang Pangeran jatuh kagum padanya dengan sedikit kebohongan, “Terima kasih, Baginda. Sehari semalam aku kerjakan membuat songket ini demi menemui Baginda.” Dan seketika itu juga Putri Pinang berubah wujud menjadi sebutir pinang.

Topik: Kain Tradisional





[1] Gedongan, alat tradisional untuk menenun.
[2] Benang tenun yang disusun sejajar vertikal dan tidak bergerak (terikat di kedua ujungnya).
[3] Bermakna, tanah yang terpilih untuk menjadi pusat pemerintahan.
[4] Tengkuluk,Penutup kepala perempuan khas Jambi. 

0 comments:

Posting Komentar