Selamat Datang ...

Cerita Gopek menyuguhkan fiksi mini (flash fiction) karya Mardiana Kappara yang mengandung tidak lebih dari 500 kata pada tiap cerita.


Senin, 28 Maret 2011

Pertarungan Jin Ifrit dan Jin Internet

Sebagai seorang anak pimpinan jin yang ternama, Jin Ifrit Junior dititahkan sang ayah untuk segera masuk Sekolah Dasar Jin. Alasan sang ayah mengutus Jin Ifrit Junior ke sekolah adalah untuk segera menemukan cikal bakal generasi jin baru yang diramalkan dukun para jin akan dapat menggantikan kedudukannya sebagai Pemimpin Tertinggi para jin di masa depan. Mencemaskan kabar tersebut, sang ayah menginginkan Jin Ifrit Junior agar dapat mengalahkan jin itu dan mengusirnya untuk selama-lamanya dari negeri jin.

Singkat cerita, Jin Ifrit Junior menugaskan para pesuruhnya untuk mencari informasi mengenai Jin yang dimaksudkan sang ayah. Tidak membutuhkan waktu terlalu lama, para pesuruh menemukan generasi jin baru yang menghebohkan negeri jin tersebut.

Baca selengkapnya di Shvoong.

Minggu, 27 Maret 2011

Email dari Cinderella

Apakah di surga ada siang atau malam, Ibu? Sebab Cinderella bingung harus memulai dengan kata “Selamat Pagi, Siang, atau Malam.”

Tapi tak mengapa lah. Cinderella hanya ingin menyampaikan pada Ibu kalau hari ini Cinderella genap 10 tahun. Cinderella bahagia, Ibu. Walaupun Mama tiri terkadang kejam pada Cinderella karena selalu menyuruh Cinderella membersihkan halaman rumahnya yang luas itu, belum lagi mencuci, menyetrika, dan memasak.

Tangan Cinderella jadi luka-luka, Ibu. Ada luka karena pisau dapur, percikan minyak goreng panas, ujung setrika karena Cinderella kurang pandai memakainya, belum lagi bekas cubitan kedua kakak gendut dan kurus itu. Huh, sungguh menyebalkan! Rasanya Cinderella ingin marah tapi Cinderella takut.
Cinderella rindu Ibu. Hanya Ibu yang menyayangi Cinderella. Cinderella bosan di rumah. Cinderella ingin sekolah lagi. Semenjak Ibu ke surga, Mama tiri selalu melarang ke sekolah. Padahal Cinderella sudah lama bisa membaca dan berhitung. Bahkan kali-kalian sudah Cinderella hafal sampai kalian 10.

Sekarang, Cinderella juga telah pandai mengarang. Kalau Ibu tidak percaya bacalah surat-surat Cinderella. Semua ditulis tangan Cinderella sendiri tanpa dibantu siapapun, Cinderella diam-diam membuatnya. Awalnya Cinderella tulis saja di kertas dengan pensil. Lalu teman tikus Cinderella memberitahukan bahwa di negeri manusia terdapat sebuah kotak ajaib bernama internet. Kotak itu bisa mengirimkan berbagai kabar berita ke seluruh dunia dalam sekejap mata, bisa dibaca oleh jutaan orang bahkan yang tidak kita kenal dan tidak kita ketahui alamatnya sekalipun.  

Tiba-tiba Cinderella berpikir, kenapa tidak dicoba saja mengirimkan surat kepada Ibu di surga melalui internet? Mana tahu bisa sampai kepada ibu dan ibu kirimkan balasannya kembali pada Cinderella. 

Dan, ketika Bibi Peri datang berkunjung untuk mengucapkan selamat ulang tahun, tanpa banyak pikir Cinderella langsung minta dihadiahkan internet saja. ^_^

Bibi Peri tampaknya bingung dengan permintaan Cinderella. Kemudian Cinderella sampaikan keinginan Cinderella untuk mengirimkan surat kepada Ibu di surga. Bibi Peri tersenyum dan berpikir sejenak. Lalu dengan tongkat ajaibnya “Sim salabim!” Kotak ajaib itu muncul di hadapan Cinderella. Sungguh menakjubkan!

Bibi Peri mengatakan kotak ajaib itu adalah komputer. Sementara internet itu semacam saluran yang akan menghubungkan komputer kita dengan komputer-komputer lain dari seluruh dunia. Cinderella berdecak kagum, Ibu. Sungguh luar biasa negeri manusia!

Kata Bibi Peri, di negeri manusia banyak sekali orang pintar dan hebat bahkan mungkin melebihi kehebatan Bibi Peri, rahasianya adalah karena manusia sangat rajin belajar dan berkarya. Karena itu manusia selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa, tidak seperti negeri dongeng yang selalu seperti itu dari abad ke abad. Mendengar penjelasan Bibi Peri, Cinderella jadi semakin semangat untuk sekolah, Ibu.    

Singkat cerita, dengan bantuan Bibi Peri, Cinderella mengirimkan surat kepada Ibu melalui internet. Semoga saja Ibu menerimanya! Itu doa Cinderella ketika itu.

Seminggu kemudian ketika Cinderella mengecek kotak ajaib itu, tidak ada balasan dari Ibu. Tetapi ajaibnya, banyak sekali balasan dari orang-orang tak dikenal yang menghibur dan memberikan semangat buat Cinderella.

Cinderella jadi terharu, Ibu. Kotak ajaib bernama internet itu telah mengirimkan banyak sekali sahabat untuk menggantikan Ibu di surga. Sekarang, Cinderella tidak sedih lagi. Cinderella sudah punya banyak sahabat yang berasal dari berbagai negara dari segala penjuru dunia.

Dan yang lebih ajaib. Berkat internet, seorang sahabat mengirimkan utusannya ke negeri dongeng untuk menemui Mama tiri. Utusan itu menyuruh Mama tiri agar tidak lagi menyiksa Cinderella dan segera menyekolahkan Cinderella kembali, kalau tidak akan dimasukkan penjara istana.

Mama tiri sangat ketakutan mendengar ancaman dari utusan sahabat Cinderella tersebut. Setelah itu, esok harinya Cinderella langsung dikirim lagi ke sekolah tempat kakak-kakak tiri menimba ilmu. Sekarang, Cinderella juga sudah sekolah, Ibu. Cinderella akan belajar yang rajin, biar bisa pintar seperti sahabat-sahabat Cinderella di negeri manusia.

Kabar gembira lainnya, sekarang mama tiri tidak lagi kasar kepada Cinderella. Mama sangat baik dengan Cinderella apalagi Cinderella tetap rajin membantu sepulang dari sekolah. Kakak-kakak tiri juga sayang dengan Cinderella, karena Cinderella selalu menolong mereka mengerjakan PR dari sekolah. ^_^

(selesai)

Catatan:
e-mail: (Electronic Mail) Surat yang dikirim melalui internet.





Selasa, 22 Maret 2011

Fakta dan Fiksi


“Fakta dan fiksi tak bisa terpisahkan.”
(Montinggo Busye, Dua Tengkorak Kepala, 1999)

Baca selengkapnya di Shvoong.

Pembaca Bukanlah Orang Bodoh


“Dalam cerpen yang baik, kecenderungan untuk menjelaskan secara rinci dan terang-terangan ini dihindari. Cukup yang pokok-pokok saja dan pertautan selanjutnya kepada imajinasi dan kepekaan pembaca.”
(Jakob Sumardjo: dalam “Segenggam Gumam” karya Helvy Tiana Rosa, 2003)


Baca selengkapnya di Shvoong.

Selasa, 15 Maret 2011

Bunga Ilalang dan Sekuntum Mawar

Aku terlahir sebagai setangkai bunga ilalang. Tempatku di padang yang luas bersama ilalang-ilalang lain. Sebagai bunga ilalang, aku memang tidak setenar bunga mawar maupun melati. Tidak banyak yang mengagumiku, bahkan sangat jarang manusia yang melirikku. Mungkin malah aneh kalau ada manusia yang begitu tergila-gila padaku.

Seringkali aku berkhayal bisa menjadi mawar atau melati sehingga bisa merasakan tatapan penuh rasa kagum yang tertuju padaku. Rasanya menyenangkan sekali menjadi sekuntum mawar. Warnanya yang indah dan aromanya yang sedap menjadikannya primadona bagi manusia.

Baca selengkapnya di Shvoong.

Senin, 14 Maret 2011

Hancurnya Kerajaan Raraban

Di sebuah kerajaan kecil Raraban, dikenal seorang lelaki setengah baya bernama Pak Tampo. Kegemarannya berdusta menjadikannya sangat terkenal di kalangan teman-teman maupun tetangga. Dalam mengarang cerita palsu, Pak Tampo memang ahlinya. Kalau kita tidak mengenal baik siapa Pak Tampo, pasti akan mengira cerita yang keluar dari mulutnya adalah benar-benar cerita nyata.

Ternyata, kabar tersebut sampai ke telinga Raja Rababan. Akhirnya, Pak Tampo dipanggil menghadap Raja. Mulanya Pak Tampo merasa takut karena menduga akan mendapat hukuman akibat kesukaannya berdusta. Ternyata dugaannya meleset. Raja Raraban malah mengangkat Pak Tampo menjadi pegawai istana. Alangkah girang hati Pak Tampo mendengar berita dari Raja walaupun dengan perasaan bingung.

Baca selengkapnya di Shvoong.

Telah diterbitkan di Majalah Aku Anak Saleh A.1/Tahun X
Edisi Oktober-November 2004 (Ramadan-Syawal 1425 H)

Minggu, 13 Maret 2011

Mencari Ide Menulis


“Cara ampuh tangkap ide:
1) Persiapkan diri selalu utk menerima ide, kalo kita siap ide sekecil apapun akan sangat berharga,
2) Buka semua pancaindra,
3) Sensitifkan rasa ingin tau,
4) Liat hal biasa dari sudut pandang yg berbeda,
5) Catat sekecil apa pun ide yg terlintas di kepala SAAT ITU JUGA, menunda 1 detik = membuangnya, dan
6) Ide yg sederhana lebih hebat dari ide besar.”

 (Nurrahman Effendi alias Joni Lis Effendi, Writing Revolution, 2011)


Baca selengkapnya di Shvoong