“Mungkin pula sebuah cerpen itu temanya sudah biasa , lumrah, dan jamak.
Tetapi dikarenakan dibungkus dengan gaya bahasa yang asyik, menjadikan
cerpen itu memiliki daya tarik bagi pembacanya.”
(Gus tf Sakai [1], http://www.facebook.com/note.php?note_id=177414795650257 , 2011)
Membaca karya Andrea Hirata, Padang Bulan dan Cinta Di Dalam Gelas,
membuatku terpukau dan terbawa arus perasaan yang mengharu-biru.
Walaupun Andrea Hirata belum pernah mempublikasikan cerpennya, tetapi
tiap bab dalam bukunya tersebut laksana cerpen yang mungkin berkembang
biak. Tema yang diusung novel ini terbilang sederhana dan sangat biasa,
yaitu cinta dan emansipasi wanita. Tetapi karena digarap dengan sangat
piawai oleh seorang yang ahli catur dan pekat budaya Melayu Belitong.
Kesan yang timbul kemudian adalah luar biasa!
Selamat Datang ...
Cerita Gopek menyuguhkan fiksi mini (flash fiction) karya Mardiana Kappara yang mengandung tidak lebih dari 500 kata pada tiap cerita.
Sabtu, 25 Juni 2011
Sekilas Tentang Flash Fiction
“Flash fiction dimaksudkan untuk dibaca sekejab (flash), atau sepuntungan rokok.”
(Didik Wijaya, Apa Itu Flash Fiction?, 2006, www.escaeva.com)
Flash fiction atau disebut juga sudden fiction, micro fiction, postcard fiction atau pun short-short fiction. Jenis cerita rekaan ini tergolong dalam sub-genre cerpen. Kriteria flash fiction sehingga membedakannya dari cerpen adalah dari segi jumlah kata yang dipakai. Apabila cerpen mencakup 2 ribu hingga 20 ribu kata, maka fiksi ini dibangun kurang dari 2 ribu kata. Kebanyakan flash fiction berkisar dari 100 hingga 1500 kata.
Baca selengkapnya di Shvoong.
(Didik Wijaya, Apa Itu Flash Fiction?, 2006, www.escaeva.com)
Flash fiction atau disebut juga sudden fiction, micro fiction, postcard fiction atau pun short-short fiction. Jenis cerita rekaan ini tergolong dalam sub-genre cerpen. Kriteria flash fiction sehingga membedakannya dari cerpen adalah dari segi jumlah kata yang dipakai. Apabila cerpen mencakup 2 ribu hingga 20 ribu kata, maka fiksi ini dibangun kurang dari 2 ribu kata. Kebanyakan flash fiction berkisar dari 100 hingga 1500 kata.
Baca selengkapnya di Shvoong.
Kamis, 23 Juni 2011
Kirim Naskah Ke Penerbit Pro-U Media
Bagaimana cara mengirimkan naskah ke Pro-U Media?
Naskah juga boleh dikirim melalui alamat e-mail: redaksi@proumedia.co.id.
(Dokumen Grup Facebook Writing Revolution, Punya Ide Untuk Dibukukan?, 2011)
Semakin maraknya dunia kepenulisan nasional membuat pelaku bisnis pun bertumbuhan bak jamur. Kesempatan ini pun tak luput dilirik oleh Penerbit Pro-U Media yang berlokasi di Jalan Jogokariyan 35 Yogyakarta 55143.
Penerbit Pro-U Media menfokuskan diri pada tema naskah yang mengandung unsur-unsur keislaman. Beberapa tema yang menjadi daya tarik penerbit ini meliputi tulisan yang menyangkut pengembangan diri, membahas mengenai family, sejarah pergerakan Islam, dunia seputar remaja, novel, panduan praktis, dan pembahasan mengenai ibadah.
Baca selengkapnya di Shvoong.
Naskah juga boleh dikirim melalui alamat e-mail: redaksi@proumedia.co.id.
(Dokumen Grup Facebook Writing Revolution, Punya Ide Untuk Dibukukan?, 2011)
Semakin maraknya dunia kepenulisan nasional membuat pelaku bisnis pun bertumbuhan bak jamur. Kesempatan ini pun tak luput dilirik oleh Penerbit Pro-U Media yang berlokasi di Jalan Jogokariyan 35 Yogyakarta 55143.
Penerbit Pro-U Media menfokuskan diri pada tema naskah yang mengandung unsur-unsur keislaman. Beberapa tema yang menjadi daya tarik penerbit ini meliputi tulisan yang menyangkut pengembangan diri, membahas mengenai family, sejarah pergerakan Islam, dunia seputar remaja, novel, panduan praktis, dan pembahasan mengenai ibadah.
Baca selengkapnya di Shvoong.
Selasa, 31 Mei 2011
Pengkritik Versus Pengkarya
Sementara, di rak sebelahnya, terdapat buku lesu penuh debu tanpa
jamahan tangan. Adalah karya abangku tersayang yaitu Mas Pram. Aku
pura-pura bertanya pada mereka (mayoritas anak muda) “Kenapa kalian
tidak baca buku mas pram?” Mereka mengerutkan jidat dan menjawab sambil
tertawa “Siapa ya? Pengarangnya gak kenal. Kata-katanya gak nyambung,
isinya gak berbobot, kolot!” Dari jawaban mereka paman merasa prihatin
dengan selera anak muda ini jaman.
(Sebuah Komentar di Cerpen Air matamu, Air mataku, Air mata kita Karya Ayi Yufridar, ditulis ulang di http://cerpenkompas.wordpress.com/)
Apakah benar pengkritik dan pengkarya itu satu jalur?
Jawabannya, tidak. Seperti perbandingan antara komentator sepakbola dan pemain sepakbola, terkadang komentator sepakbola tidak sehebat pemain sepakbola ketika bermain di lapangan hijau. Begitu pula perbandingan antara pengamat politik dengan praktisi politik, keduanya bermain di ranah yang berbeda, satu teoritis satu lagi realistis.
Kalau bisa saya sebut pengkarya adalah golongan kanan dan pengkritik adalah golongan kiri. Seperti rel kereta api, mereka berjalan bersisian, namun tidak akan pernah bertemu di ujung rel. Tetapi kekuatan mereka berdua mampu menjalankan gerbong kereta api hingga sampai ke tujuan.
(Sebuah Komentar di Cerpen Air matamu, Air mataku, Air mata kita Karya Ayi Yufridar, ditulis ulang di http://cerpenkompas.wordpress.com/)
Apakah benar pengkritik dan pengkarya itu satu jalur?
Jawabannya, tidak. Seperti perbandingan antara komentator sepakbola dan pemain sepakbola, terkadang komentator sepakbola tidak sehebat pemain sepakbola ketika bermain di lapangan hijau. Begitu pula perbandingan antara pengamat politik dengan praktisi politik, keduanya bermain di ranah yang berbeda, satu teoritis satu lagi realistis.
Kalau bisa saya sebut pengkarya adalah golongan kanan dan pengkritik adalah golongan kiri. Seperti rel kereta api, mereka berjalan bersisian, namun tidak akan pernah bertemu di ujung rel. Tetapi kekuatan mereka berdua mampu menjalankan gerbong kereta api hingga sampai ke tujuan.
baca selengkapnya di Shvoong
Selasa, 26 April 2011
Pahami Tema Dengan Lebih Kreatif
“Cerita
Dongeng yang masuk kebanyakan hanya seputar teknologi internet, HP dan
komputer. Padahal masih banyak teknologi tepat guna dalam keseharian. Kurang
kreativitas secara umum.”
Ternyata memahami sebuah tema dalam
lomba menulis itu sangat penting untuk menghasilkan sebuah cerita yang tepat,
menarik, dan sesuai dengan kriteria penilaian juri.
Kamis, 14 April 2011
Struktur Cerita Yang Proporsional
“Cerpenis-cerpenis pemula biasanya kurang
memperhatikan proporsionalitas struktur cerita. Banyak di antara mereka yang
berpanjang-panjang dalam menulis...”
(Helvy Tiana Rosa, Segenggam Gumam: Esai-esai Tentang Sastra
dan Kepenulisan, 2003)
Berlatih: Wajib Bagi Penulis!
(situs Knowledge Unlimited (thekustore.com), The Only 12 1/2 Writing Rules
You’ll Ever Need- Poster )
Langganan:
Postingan (Atom)

